12 Komentar

Inspirasi “Esref Armagan” (Pelukis Buta dari Turki)

Lukisan-lukisan yang saya tampilkan di artikel ini adalah karya-karya agung pelukis Esref Armagan.  Nama Esref Armagan mungkin sudah pernah Anda dengar, tapi mungkin saja belum sama sekali, seperti saya yang baru menemukan nama pelukis asal Turki itu di situs Ripleys. Yang paling istimewa dari Esref adalah bahwa ia adalah pelukis buta, yang sudah buta sejak ia lahir. Artinya, sebagai pelukis Esref belum pernah melihat satu warna pun, juga satu obyek benda pun. Mendengar fakta itu, saya berucap subhanallah ketika ia melukis wajah Bill Clinton (di bawah ini).

Bill Clinton karya Esref Armagan

Bill Clinton karya Esref Armagan

Kekaguman saya bertambah ketika melihat lukisan di bawah ini, yang menggambarkan seorang lelaki berjalan di antara pepohonan yang tumbuh di sebuah jalan di tepi sungai.

Sebagai pelukis, Esref Armagan telah tampil di beberapa program tayangan feature internasional, seperti di stasiun Discovery Channel pada program acaraThe Real Superhumans. Dalam acara itu, reporter Discovery bertanya kepada ia: “Bagaimana anda bisa melukis sesuatu yang belum pernah anda lihat?”

Esref  pun dengan luas menjawab: “saya melihat dengan cara mendengar, dari teman-teman saya, dan orang yang mau berbagi informasi kepada saya. Saya tidak buta, saya bisa melihat segalanya dengan jari saya.”

“Bagaimana anda belajar tentang warna?”  tanya Discovery lagi.

“Dengan mendengar. Saya mencari tahu berbagai informasi tentang warna-warna berbagai benda yang ada di muka bumi ini,” jawab Esref.

lukisan

Lukisan karya Esref Armagan

karya Esref Armagan.

beberapa karya lain Esref Ermagan

beberapa karya lain Esref Ermagan

***

esref3hi2

Di masa kecil, Esref tak pernah merasakan bangku sekolah. Ia juga tak diizinkan kedua orang tuanya untuk keluar bermain bersama-sama teman sebaya. Karena itu, Esref mencari kesibukan lain mencorat-coret kotak kerja milik sang ayah.

Selama 35 tahun lebih,   Esref terus mengasah kemampuannya melukis. Ia melukis dengan medium cat air. Sebagian besar tidak dengan kuas, melainkan dengan jari-jari dan telapak tangannya.  Ia mengaku, selama melukis ia perlu ketenangan. Tak boleh ada yang mengganggunya.

“Ketika saya melukis, saya harus menjadi bagian dari lukisan itu,” kata Esref. Bahkan, ketika ia melukis laut, ia sampai harus mengenakan jaket pelampung. Itu membuat sugestinya merasa seperti berada di laut. “Saya tak ingin tenggelam ketika melukis,” kata ia berkelakar.

Sebagai pelukis, Esref Armagan telah berpameran di beberapa kota di Turki, seperti di Istanbul, Antalya dan Ankara. Ia juga pernah bereksebisi di  Amsterdam, Cheko dan New York.

Video tentang Esref Armagan klik  DI SINI

Baca juga:

12 comments on “Inspirasi “Esref Armagan” (Pelukis Buta dari Turki)

  1. Subhanalloh…. Segala pujim untukmu ya.. Alloh….
    Alloh… maha adil dan bijaksana

  2. Luar Biasa, ini bisa jadi insipirasi yang hebat…

    Salam kenal mas,
    saya ada sedikit info menarik bagi yang mau dapat uang dari internet, lihat aja di blog saya http://chualim.wordpress.com yg berjudul Mau 0,45/jam, pembayaran lewat pos (check) atau lewat Paypal. Mas jg blh menyebarkan info ini pada teman2 mas. Thanks

  3. Salam kenal, Mas. Jad inget pitutur Simbah tentang harapan. Kita tahu apa yang kita harapkan/ citakan/ inginkan. Tuhan yang Mahatahu sudah pasti tahu. Kadang kita yang tidak mau tahu apa yang Tuhan harapkan dari apa yang Ia percayakan ke kita. Esref, seorang yang diberi kepercayaan buta sejak lahir, Ia peduli dengan apa yang Tuhan harapkan. Contoh kehidupan yang sangat baik dari Esref. Matur nuwun telah berbagi.

  4. hebat bener tuh…gimana dia bisa tau wajah bill clinton ya??

  5. kok bisa yaaa !!! geleng geeleng ….

  6. Ini adalah karya dahsyatnya manusia yang penuh damai,

    tanpa perang,

    tanpa gejolak isu agama-agama,

    tanpa serakah kekuasaan…

    FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI

  7. sungguh suatu hal yang menggugah relung hati kita, bagaimanakah kita yang lengkap ini harus lebih banyak syukur dan berihktiar

  8. Apabila Tuhan berkehendak tak ada yang bisa melawannya, begitupun dengan keahlian yang dimilki Esref Armagan 🙂

  9. aku sampai hampir menitikkan air mata baca tentang Esref, bayangkan orang yang kekurangan salah satu indra paling utama saja bisa berkreasi dan memproduksi sesuatu yang membuat orang berdecak kagum, sedang kita, yang sempurna tanpa kurang apa pun selalu berkilah kekurangan-kekurangan kita yang diberikan Tuhan (padahal semuanya sempurna apa adanya) yang membuat kita enggan menghasilkan apapun dan cuma bisa jadi orang numpang hidup tanpa menghasilkan apa pun…

  10. Saya juga seorang seniman yg buta warna. Saya juga sejak kecil juga tidak bisa membeda2kan warna. Akan tetapi saya masih semangat untuk berkarya hingga kurang lebih 72 piagam juara lukis saya terima. Saya membedakan warna dgn tulisan yg ada dicat. Dan saya juga mempelajari bagaimana cara memadukan warna dengan membaca. Buat seniman buta warna seluruh dunia. Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: